juz 26 tentang allah akan menggoncangkan langit dan bumi
1Full Life: SEDIKIT WAKTU LAGI AKU AKAN MENGGONCANGKAN LANGIT DAN BUMI. Nas : Hag 2:7-10 Ayat-ayat ini mengacu kepada hukuman Allah atas dunia sebelum dan bersamaan dengan kedatangan kembali Kristus ke bumi (bd. Ibr 12:26-27); "langit dan bumi bergoncang" (Yoel 3:16; bd. Mat 24:29-30).Kemuliaan Allah kemudian akan memenuhi Bait Suci seperti belum pernah terjadi sebelumnya, dan Dia akan
LaluAllah menggantikan bumi dengan bumi yang lain, dan langit dengan langit yang lain. Dia menghamparkan, mendatarkan, dan melapangkannya. Tidak ada padanya lekukan sedikit pun, kemudian Allah menggoncangkan ciptaanNya dengan sekali goncangan dan tiba-tiba segala makhluk yang asalnya menjadi penghuni langit dan bumi serta diantara kedua-duanya
Juz20. Surat An-Naml |27:60| Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. (Al-A'raf: 187) Yakni amat berat pengetahuan hari kiamat itu bagi penduduk langit dan bumi. Dan sesungguhnya ada sebagian orang yang bodoh tentang urusan Allah
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 191)
SurahAsy-Syura terdiri dari 53 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, dan diturunkan setelah surah Fussilat. Dinamai "Asy-Syura" (musyawarat) diambil dari kata "Syura" yang terdapat pada ayat ke-38 surah ini.Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa musyawarah adalah salah satu dasar pemerintahan Islam.. Dinamai juga "Haa Miim 'Ain Siin Qaaf" karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyyah
Online Bekanntschaft Will Sich Nicht Treffen. يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى قَدَّمْتُ لِحَيَاتِى Arab-Latin Yaqụlu yā laitanī qaddamtu liḥayātīArtinya Dia mengatakan "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidupku ini". Al-Fajr 23 ✵ Al-Fajr 25 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Mendalam Berkaitan Dengan Surat Al-Fajr Ayat 24 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Fajr Ayat 24 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada aneka ragam pelajaran mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi aneka ragam penjabaran dari beragam mufassirun mengenai kandungan surat Al-Fajr ayat 24, misalnya seperti tercantum📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia23-24. Pada hari besar itu neraka jahanam didatangkan. hari itu orang kafir sadar dan bertaubat. tetapi bagaimana kesadaran dan taubatnya bermanfaat baginya sementara di dunia ia melalaikannya dan waktunya telah berlalu? Dia berkata “seandainya didunia aku telah melakukan amal-amal yang bermanfaat bagiku di akhirat.”📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram24. Mereka berkata karena sangat menyesal, “Andai aku dahulu mengerjakan amal saleh demi kehidupan Akhiratku yang merupakan kehidupan yang sesungguhnya.”📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia1 . Pada ayat ini al-Qur'an menuliskan sebuah kata pada ayat dengan kata "لِحَيَاتِي" tidak dengan bentuk لهذه الحياة dengan maksud bahwa kehidupan ini pada hakikatnya tidak ada kecuali hanyalah kehidupan diakhirat saja, Allah berfirman { ,إن الدار الآخرة لهي الحيوان } yakni tempat di akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya. 2 . Seorang hamba jika berpaling dari perintah Allah dan menyibukkan dirinya dengan kemaksiatan, maka akan hilang darinya hari-hari kehidupan yang sebenarnya yang akan ia sesali setelah melalaikannya pada hari ketika ia akan berkata { يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي }Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah24. Seseorang yang sudah mengambil kesimpulan berkata “Alangkah baiknya jika aku melewati kehidupanku ini di dunia dengan berbuat baik dan beriman. Kata “ya” berfungsi sebagai tanbih pemberitahuan📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah{Dia berkata,“seandainya dahulu aku mengerjakan kebaikan untuk hidupku”} dahulu aku mengerjakan amal shalih untuk akhiratku📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H21-24. “Jangan berbuat demikian,” yakni, tidaklah semua harta yang kalian cintai dan semua kenikmatan yang kalian perlombakan akan kekal bersama kalian. Tapi di hadapan kalian terdapat hari besar dan huru-hara hebat yang menggoncangkan bumi dan gunung hingga dibuat menjadi hamparan yang datar, yang tidak ada yang curam ke bawah dan tidak pula menjulang tinggi. Kemudian Allah datang untuk memberi putusan di antara para hambaNYa di dalam naungan awan dan datanglah para malaikat mulia, seluruh penghuni langit “berbaris-baris,” yakni rapi baris demi baris. Setiap langit mendatangkan para malaikatnya secara berbaris-baris, yang meliputi semua yang berada di bawah mereka. Barisan-barisan ini adalah barisan penuh ketundukan dan merendah pada Yang Maharaja lagi Mahaperkasa. “Dan pada hari itu diperlihatkan Neraka Jahanam,” digiring oleh para malaikat dengan belenggu. Bila semua hal ini terjadi, “pada hari itu ingatlah manusia,” akan kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukan, “akan tetapi mengingat itu tidak berguna lagi baginya,” sudah terlambat dan waktunya sudah hilang. “Dia mengatakan,” seraya menyesali apa yang telah disia-siakan di sisi Allah, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal shalih untuk hidupku ini,” yang kekal dengan amal baik. Sebagaimana Firman Allah seraya berkata “Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku dulu tidak menjadikan sifulan itu teman akrabku” QS. Al-Furqon 27-28. Dalam ayat ini terdapat petunjuk bahwa kehidupan yang layak dicari kesempurnaannya dan layak dicari kenikmatannya uang sempurna adalah kehidupan di dalam negeri abadi, karena itu adalah negeri yang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah Komite Fatwa Majelis Ulama KSA{ يَقُولُ } Dia akan mengatakan { يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي } alangkah baiknya jikalau sekiranya aku mengerjkan amal shalih, dan tidak mensia-siakan masa hidupku, dia berharap.... dan berharap, akan tetapi harapan itu tidak lagi berguna, dia menyesal.. dan penyesalan itu hanya tinggal ucapan, bukankah dunia telah disiapkan untuk mereka berbuat kebaikan, tetapi mereka tidak memperhatikan tawaran itu dan terjun bebas kedunianya dengan kemaksiatan.📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 HSeorang insan akan mengatakan يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي " Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidupku ini." Dia berangan-angan andai mengerjakan amal saleh saat hidupnya dahulu, kehidupannya yang mana? Apakah kehidupan dunia? Tidak demi Allah, kehidupan dunia telah berlalu dan selesai, dan kehidupan dunia bukanlah kehidupan dalam kenyataan, kenyataannya kehidupan yang diliputi kegundahan dan kesulitan, setiap kemudahan pasti akan diselingi dengan kesulitan, kesehatan pasti diikuti dengan sakit, setiap perkumpulan akan diiringi dengan perisahan, perhatikanlah yang terjadi, kemana ayah-ayah? Kemana saudara-saudara? Kemana anak-anak? Kemana Istri-istri? Apakah yang demikian disebut kehidupan? Oleh karenanya sebagian pujangga yang bijak mersenandung لَا طِيْبَ لِلْعَيْشِ مَا دَامَتْ مُنْغَصَةً لِذَاتِه بِأَكْدَارِ الْمَوْتِ وَالْهَرَمِ Tiadalah kebaikan pada kehidupan jika terus diiringi kesulitan, Dengan kesulitan yang berujung kematian dan masa tua.. Semua manusia sadar bahwa kesudahannya salah satu dari dua perkara Bisa matu atau pun tua. Kami tahu orang-orang dahulu mereka muda, pada masa muda belia, mereka diberi umur panjang, tetapi mereka dikembalikan ke usia tua yang terlemah, orang yang melihatnya akan kasihan saat kondisinya sudah amat lemah, begitulah kondisi manusia, bisa jadi ia akan cepat meninggal dunia atau dia diberi umur panjang dan dikembalikan kepada keadaan terlemah, apakah yang seperti kehidupan hakiki? Kehidupan sejati adalah yang dijelaskan oleh Allah 'Azza Wa Jalla وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ " Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan" maksudnya adalah kehidupan yang sempurna لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ "kalau mereka mengetahui"📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Fajr ayat 24 23-24. Pada hari yang besar itu didatangkan api jahannam, malaikat mengalirkan api jahannam ditempat yang dapat disaksikan dan membuat hati yang melihat merasa takut. Pada saat itu juga orang kafir mengingat amalan baik dan buruk atas apa yang telah lalu yang ia kerjakan di dunia, dan mengingat apa yang para Nabi dan Rasul janjikan akan hari kebangkitan, pembalasan, dan hisab. Dan ingatan mereka tidaklah ada manfaatnya pada hari kiamat. Karena sungguh telah berlalu waktu beramal dan telah datang waktu hisab, ia orang kafir berkata dengan penyesalan Seandainya saja aku di dunia berjuang dengan apa yang bermanfaat bagiku di akhirat, yaitu dengan beriman dan beramal dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, ayat ini kita mengetahui, bahwa kehidupan yang lebih layak untuk diberikan kerja keras kepadanya adalah kehidupan di akhirat, karena kehidupannya adalah kehidupan yang kekal abadi.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Fajr Ayat 2421-24. Sekali-kali tidak! janganlah kamu berbuat demikian. Apabila bumi diguncangkan berturut-turut, memuntahkan isinya, hancur lebur, kemudian muncul bumi yang sama sekali baru, dan setelah itu datanglah tuhanmu dengan cara yang tidak diketahui hakikatnya sama sekali oleh manusia; dan malaikat menunggu perintah tuhan sambil berbaris-baris penuh kepatuhan. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam kepada orang kafir agar mereka melihat dengan mata kepada sendiri apa yang dahulu mereka ingkari. Ketika semua itu terjadi, maka pada hari itu sadarlah manusia yang ingkar atas kealpaannya, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. Kesempatan untuk bertobat sudah tiada. Kini tiba saatnya untuk menghitung dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Betapa besar penyesalan orang kafir pada hari itu. Dia berkata dengan penuh kesadaran, 'alangkah baiknya sekiranya di dunia dahulu aku beriman dan mengerjakan amal saleh untuk kenyamanan hidupku di akhirat ini. ' penyesalan itu sudah tidak berguna. Maka, berbahagialah kini orang yang membekali diri di dunia dengan iman dan amal saleh. 25. Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya yang adil. Azab Allah mahadahsyat. Orang yang menerima azab Allah pada hari itu akan merasa sebagai orang yang paling dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikianlah bermacam penjabaran dari berbagai pakar tafsir berkaitan makna dan arti surat Al-Fajr ayat 24 arab-latin dan artinya, semoga memberi kebaikan bagi kita semua. Dukunglah kemajuan kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan Konten Cukup Banyak Dilihat Ada berbagai topik yang cukup banyak dilihat, seperti surat/ayat Ali Imran 97, Al-Jin, Al-Baqarah 45, Ad-Dukhan, Tentang Al-Quran, Ali Imran 139. Termasuk Al-Baqarah 43, Al-Isra 25, At-Thalaq, Al-Qamar 49, Al-Ma’idah 8, Al-Hadid 20. Ali Imran 97Al-JinAl-Baqarah 45Ad-DukhanTentang Al-QuranAli Imran 139Al-Baqarah 43Al-Isra 25At-ThalaqAl-Qamar 49Al-Ma’idah 8Al-Hadid 20 Pencarian ... Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
26 Depois faça um altar para o Senhor, o seu Deus, no topo desta elevação. Ofereça o segundo novilho em holocausto com a madeira do poste sagrado que você irá cortar". Leia o capítulo completo Juízes 6 Este versículo em outras versões da Bíblia26 Edifica ao Senhor teu Deus um altar no cume deste lugar forte, na forma devida; toma o segundo boi, e o oferece em holocausto, com a lenha da asera que cortaresVersão Almeida Revista e Atualizada26 E edifica ao SENHOR, teu Deus, um altar no cume deste lugar forte, num lugar conveniente; e toma o segundo boi e o oferecerás em holocausto com a lenha que cortares do Almeida Revista e Corrigida
وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا Arab-Latin Wa jā`a rabbuka wal-malaku ṣaffan ṣaffāArtinya Dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris. Al-Fajr 21 ✵ Al-Fajr 23 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangKandungan Berharga Tentang Surat Al-Fajr Ayat 22 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Fajr Ayat 22 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam kandungan berharga dari ayat ini. Terdokumentasi bermacam penafsiran dari kalangan mufassirun berkaitan makna surat Al-Fajr ayat 22, misalnya sebagaimana termaktub📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia21-22. Sepatutnya keadaan kalian seperti ini. bila bumi diguncang, sebagian menghancurkan sebagian lainnya. Dan tuhanmu datang untuk menetapkan keputusan diantara makhluk NYA,sedangkan para malaikat berbaris.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram22. Lalu Rabbmu -wahai Rasul- datang untuk memvonis perkara di antara hamba-hamba-Nya, dan datang pula Malaikat dengan berbaris rapi.📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah22. وَجَآءَ رَبُّكَ dan datanglah Tuhanmu Untuk memutuskan perkara di antara hamba-hamba-Nya. وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاsedang malaikat berbaris-baris Yakni malaikat datang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia21-22 . Seorang alim berkata Telah menceritakan kepadaku salah seorang ikhwah, bahwasanya sebuah keluarga yang didalamnya ada tiga orang anak bersaudara, anak yang paling besar adalah seorang hafidz al-Qur'an dan berbicara dengan bahasa yang fasih, pada suatu ketika anak itu sedang bermain kemudian ibunya membuka siaran radio, dan ketika itu radio sedang menyiarkan rekaman murottal al-Qur'an surah al-Fajr, seketika sang ibu terkejut tatkala melihat anaknya meninggalkan permainan yang sedang ia sibuk dengannya, sang anak kemudian berdiam diri memfokuskan pendengarannya kepada murottal al-Qur'an itu, sedangkan saudara-saudaranya yang lain masih asyik bermain dengan mainan mereka, karena terkejut sang ibu pun bertanya kepada anaknya "kenapa kamu berhenti bermain wahai anakkau ?" sang anak kemudian berkata "aku merasa seakan-akan sedang melayang diudara, dan tatkala aku mendengar firman Allah { كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا } seketika aku pun takut dan merinding.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah22. Datanglah perintah Tuhanmu dan takdirNya yang tidak dapat diubah, Perintahnya datang diiringi para malaikat terpilih yang berjejer dalam barisan-barisan atau berbaris sesuai posisi mereka📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah{Tuhanmu datang} Tuhanmu datan untuk menentukan keputusan di antara ciptaanNya {juga para malaikat} para malaikat {yang berbaris-baris} baris demi barisMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H21-24. “Jangan berbuat demikian,” yakni, tidaklah semua harta yang kalian cintai dan semua kenikmatan yang kalian perlombakan akan kekal bersama kalian. Tapi di hadapan kalian terdapat hari besar dan huru-hara hebat yang menggoncangkan bumi dan gunung hingga dibuat menjadi hamparan yang datar, yang tidak ada yang curam ke bawah dan tidak pula menjulang tinggi. Kemudian Allah datang untuk memberi putusan di antara para hambaNYa di dalam naungan awan dan datanglah para malaikat mulia, seluruh penghuni langit “berbaris-baris,” yakni rapi baris demi baris. Setiap langit mendatangkan para malaikatnya secara berbaris-baris, yang meliputi semua yang berada di bawah mereka. Barisan-barisan ini adalah barisan penuh ketundukan dan merendah pada Yang Maharaja lagi Mahaperkasa. “Dan pada hari itu diperlihatkan Neraka Jahanam,” digiring oleh para malaikat dengan belenggu. Bila semua hal ini terjadi, “pada hari itu ingatlah manusia,” akan kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukan, “akan tetapi mengingat itu tidak berguna lagi baginya,” sudah terlambat dan waktunya sudah hilang. “Dia mengatakan,” seraya menyesali apa yang telah disia-siakan di sisi Allah, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal shalih untuk hidupku ini,” yang kekal dengan amal baik. Sebagaimana Firman Allah seraya berkata “Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku dulu tidak menjadikan sifulan itu teman akrabku” QS. Al-Furqon 27-28. Dalam ayat ini terdapat petunjuk bahwa kehidupan yang layak dicari kesempurnaannya dan layak dicari kenikmatannya uang sempurna adalah kehidupan di dalam negeri abadi, karena itu adalah negeri yang kekal.📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah Komite Fatwa Majelis Ulama KSA{ وَجَاءَ رَبُّكَ } Dan tuhanmu akan datang dengan dzat-Nya, Dia datang dengan cara yang sesuai dengan keagungan-Nya, dia akan datang pada hari kiamat untuk menghakimi setiap hamba-Nya, dan itu ketika seluruh manusia telah dibangkitkandari kuburnya dan dikumpulkan di padang mahsyar, Semua manusia dikumpulkan mulai dari manusia pertama, hingga manusia yang terakhir. Setiap manusia akan dibangkitkan dari kuburnya untuk menghadapi hari kiamat dan dihisab amal perbuatannya selama di dunia. Bagaimanakah kondisi kita pada hari itu? Dari Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” HR. Muslim Seluruh umat manusia, termasuk para nabi dan rasul, dibangkitkan kemudian digiring menghadap Allah di padang Mahsyar dalam keadaan telanjang, tanpa alas kaki, dan tidak dikhitan. Keadaan ini menunjukkan bahwa manusia itu fakir, miskin dan lemah dihadapan Allah. Rasulullah pun juga bersabda pada hadistnya bahwa manusia akan digiring sesuai dengan amal perbuatannya, “Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan ke Padang Mahsyar dalam keadaan berjalan, dan ada juga yang berkendaraan, serta ada juga yang diseret di atas wajah-wajah kalian.” HR. Tirmidzi. Pada hari itu manusia akan merasakan terik matahari yang didekatkan jaraknya hingga 1 mil sehingga mereka berkeringat. Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya sesuai dengan amal perbuatannya di dunia. Hari dikumpulkannya manusia di padang mahsyar juga merupakan hari penghisaban amal, hari dimana amal manusia diperhitungkan. Pada hari itu manusia akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Pertama, kelompok kaum mukmin yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab, kelompok ini adalah mereka yang tidak minta diruqyah, dan tidak meramal nasib serta bertawakal kepada Allah. Kedua, kelompok yang dihisab dengan mudah. Merekalah orang yang diberi catatan amal dari sebelah kanannya. Kepada mereka hanya diperlihatkan catatan amal mereka, lalu dimaafkan. Seperti yang diceritakan pada hadist Bukhari, “Sesungguhnya Allah akan mendekatkan orang mukmin, lalu Dia meletakkan tirai-Nya dan menutupinya dari keramaian, Dia berfirman, “Kamu kenal dosa ini? Kamu kenal dosa ini? Ia menjawab, “Ya, wahai Tuhanku” sehingga apabila ia telah mengakui dosa-dosanya dan merasakan bahwa dirinya akan binasa, Allah berfirman,”Aku telah menutupi dosamu di dunia dan Aku akan mengampuninya pada hari ini.” Maka ia diberikan catatan amal kebaikannya. Sedangkan orang-orang kafir dan munafik, maka para saksi berkata di hadapan seluruh makhluk, “Merekalah orang-orang yang mendustakan Tuhan mereka. Ingatlah! Sesungguhnya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim.” HR. Bukhari Ketiga, kelompok yang dihisab dengan berat, manusia dalam kelompok ini meruupakan manusia yang amal keburukannya lebih banyak daripada kebaikannya. Merekalah orang yang diberi catatan amal dari sebelah kirinya. Allah berfirman, “Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata, “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku ini. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.–Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku.” QS. Al Haaqqah 25-29 Begitulah kondisi manusia di padang mahsyar seperti yang digambarkan oleh hadist-hadist Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Semoga kita dapat termasuk dalam kelompok yang mulia, Aamiin. { وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا } Dan para Malaikat akan datang dengan bershaf-shaf mengikuti tuhannya.📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 HAllah subhaanahu wa Ta'ala menyebutkan yang tejadi pada hari ini, Allah berfirman وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا "" Maknanya Barisan demi barisan, وَجَاءَ رَبُّكَ "" Kedatangan ini adalah kedatangan Allah 'Azza Wa Jalla, karena fi'il kata kerja disandarkan kepada Allah, dan semua fi'I; yang disandarkan kepada Allah maka ia berdiri ada pada diri-Nya bukan pada yang lainnya. Ini adalah sebuah kaedah dalam bahasa Arab, dan ini jyg kaedah dalam memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah, segala apa yang disandarkan Allah berupa nama dan sifat kepada diri-Nya maka itu kepunyaan-Nya bukan yang lain-Nya. Berdasarkan kaedah ini maka yang datang di sini adalah Allah 'Azza wa Jalla. Tidak seperti yang selewengkan oleh para ahlu ta'thil, yang mana mereka mengatakan Ini adalah kedatang perkara Allah. Pemahaman seperti ini adalah mengeluarkan kalam pembicaraan dari makna yang zahir tanpa dalil. Sedangkan akidah yang kita yakini adalah menjalankan ucapan Allah dan Rasul-Nya shallallaahu 'alaihi wasallam sesuai yang zahir, dan tidak menyelewengkannya, dan kita katakana Sesungguhnya Allah Ta'ala yang datang pada hari kiamat, Dialah sendiri yang datang. Namun bagaimana bentuk kedatangan Allah? Inilah yang tidak kita miliki ilmu tentangnya dan bagaimana caranya Allah datang? Pertanyaan tentang hal semacam ini adalah bid'ah sebagaimana dikatakan Imam Malik rahimahullah ketika beliau ditanya berkaitan dengan firman Allah ta'ala "Ar-Rahman Allah beristiwa di atas arsy"QS. Thoha 5 Imam Malik menundukkankepalanya hingga bercucuran keringat karena dahsyatnya pertanyaan tersebut di dalam hatinya, karena itu adalah pertanyaan besar, pertanyaan emnyimpang, pertanyaan ahli bid'ah yang menginginkan keburukan, kemudia beliau mengangkat kepalanya, lalu berkata " Istiwa maknanya tidak asing, kaif bagaimana cara dan bentuknya tidak dapat dibayangkan,, mengimaninya adalah kewajiban dan bertanya tentangnya adalah bid'ah" penggalan yang menjadi bukti adalah perkataan beliau " Bertanya tentangnya adalah bid'ah " Ambilah pelajaran dari sini pada semua sifat Allah, jika ada yang bertanya kepada kita Sesungguhnya Allah berfirman لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ "yang kuciptakan dengan kedua tangan-Ku"QS. Shaf 75 Maksudnya Adam, bagaiaman penciptaannya dengan tangan-Nya? Kita jawab Ini adalah pertanyaan bid'ah, ia mengatakan lagi Saya ingin ilmu, saya tidak suka jika ada yang tersembunyi sediikit saja dari sifat-sifat Tuhanku, maka saya ingin tahu bagaimana penciptaan-Nya? Kita katakana kepadanya Kami akan bertanya kepadamu dengan pertanyaan-pertanyaan yang mudah, siapakan yang lebih bersemangat dalam ilmu anda ataukan para sahabat radhiyallaahu 'anhum? Bisa menjawab Ya, atau pun menjawab tidak. Diprediksikan ia akan menjawab Tidak. Apakah orang yang ditanya olehmu lebih tahu tentang gambaran kaifiyah sifat-sifat Allah 'Azza Wa Jalla ataukah Rasuk 'alaihissholaatu wassalaam? Ia pasti menjawab Rasul, jika begitu maka para sahabat lebih semangat dalam menuntut ilmu, sedangkan orang yang ditanya dalam pertanyaan saya tadi rasul lebih tahu dari orang yang sedang engkau tanya saya walaupun begitu, para sahabat tidak bertanya kepadanya, karena mereka berpegang teguh pada adab bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, mereka berkata dalam hati mereka, atau bahkan dengan lisan-lisan mereka Sungguh Allah lebih mulia dan lebih agung dari sekedar apa yang terlintas di pemahaman-pemahaman dan akal-akal kita berkaitan dengan gambaran sifat-sifat-Nya, Allah 'azza wa Jalla berkata dalam kitab-Nya berkaitan dengan perkara-perkara yang masuk akal وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا "sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya."QS. Thoha 110 dan dalam perkara-perkara yang dijangkai panca indra لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ " Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui."QS. Al-An'aam 103 Lalu kita katakan Wahai saudaraku, peganglah adab, jangan bertanya bagaimana cara Allah menciptakan Adam dengan tangan-Nya! Sesungguhnya oertanyaan ini adalah bid'ah. Begitupun sifat Allah yang lainnya, seandainya ditanya, bagaimana mata Allah 'Azza Wa Jalla? Kita katakana kepadanya pertanyaan ini adalah bid'ah. Jika bertanya bagaiamana bentuk tangan Allah 'Azza Wa Jalla maka kita katakana Pertanyaan ini adalah bid'ah, hendaknya kamu beradab, dan tidak bertanya tentang bagaimana sifat-sifat Allah 'Azza Wa Jalla, ketika Allah berfirman dalam ayat yang mulia وَجَاءَ رَبُّكَ "dan datanglah Rabbmu" kemudian bertanya bagaimana datang-Nya? Kita katakana Ini bid'ah, peganglah kaedah ini, setiap orang yang yang bertanyak bagaimana sifat-sifat Allah maka dia mubtadi' yang menyimpang, dia bertanya sesuatu yang tidak mungkin dijangkau. Sikap kita kepada ayat semisal ayat ini "" kita beriman bahwa Allah akan datang, tetapi dengan cara bagaimana? Wallaahu a'lam. Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ " Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. "QS, Asy-Syura 11 Maka, kita mengetahui peniadaan dan tidak mengetahui dengan penetapan sifat itu, maksudnya kita mengetahui bahwa Allah tidak mungkin datang sebagaimana kedatangan manusia, tetaoi kita tidak menetapkan bagaimana separti apa bentuk datangnya Allah, inilah kewajiban kita. Firman-Nya al-Malaku aliflam di sini menunjukkan umum, maksudnya meliputi semua malaikat, berdatangan, turun dan meliputi manusia, malaikat dari langit dunia turun, lalu malaikat langit kedua turun, dan begitu seterusnya, mereka meliputi semua manusia, menampakkan keagungan, dengan bigutu, sesungguhnya mereka semua tidak akan mampu lari kekanan dan kekiri, tetapi ini adalah menampakkan keagungan Allah dan gentingnya pada hari bersar ini, para malaikat akan meliputi seluruh makhluk. Hari ini adalah hari yang dipersaksikan, malaikat,manusia jin dan segala hewan-hewan akan menyaksikannya وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ " dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, "QS. At-Takwir 5 Hari tersebut adalah hari yang agung, tidak bisa kita bayangkan saat ini, karena hari tersebut lebih besar dari yang kita bayangkan sekali dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Fajr ayat 22 21-22. Allah menegur mereka orang-orang kafir dengan mengatakan Jika kalian bersikap keras wahai orang-orang kafir atas kekufuran kalian dan atas amalan-amalan buruk ini, maka tunggulah hari kiamat, yaitu hari yang bumi akan bergerak dengan gerakan yang dahsyat dan dengan gempa yang dahsyat. Allah akan datang pada hari itu sesuai dengan dzat-Nya, kemuliaannya-Nya dan kebesaran-Nya. Malaikat akan datang bershaf-shaf sebagai pengagungan kepada-Nya. وَجَآءَ رَبُّكَ disini terdapat firqah kelompok seperti Asyairah, Mu’tazilah dan selain keduanya menakwilkan sebagian sifat Allah, diantaranya adalah sifat datang Allah. Mereka Asyairah, dll. mengatakan وَجَآءَ رَبُّكَ maksudnya adalah datang perintah-Nya. Adapun Ahlussunnah wal Jama’ah menetapkan atas setiap apa yang Allah tetapkan atas diri-Nya dan apa yang ditetapkan oleh Rasul ﷺ dalam sunnahnya; Dengan tanpa mengubah, menafikan, menyerupakan, dan menyamakan dengan makhluk. Sifat datang telah diketahui maknanya, diimani, dan ditetapkan oleh Ahlussunnah. Ahlussunnah mengatakan bahwa sifat datangnya Allah sebagaimana yang mencocoki dengan kebesaran-Nya, tidak dapat dimengerti bagaimananya dan tata cara turun-Nya, sebagaimana tidaklah diketahui bagaimana Dzat-Nya.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Subhaanahu wa Ta'aala akan datang pada hari Kiamat untuk menyelesaikan permasalahan di antara hamba-hamba-Nya dalam naungan awan, namun kita tidak mengetahui bagaimana datangnya mengimaninya wajib dan menanyakannya adalah bid’ah, wallahu a’lam. Demikian pula para malaikat dari setiap langit akan datang satu shaf-satu shaf dan mengepung manusia. Berbarisnya mereka ini adalah berbaris dengan sikap tunduk dan merendahkan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala Raja Yang Mahaperkasa.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Fajr Ayat 2221-24. Sekali-kali tidak! janganlah kamu berbuat demikian. Apabila bumi diguncangkan berturut-turut, memuntahkan isinya, hancur lebur, kemudian muncul bumi yang sama sekali baru, dan setelah itu datanglah tuhanmu dengan cara yang tidak diketahui hakikatnya sama sekali oleh manusia; dan malaikat menunggu perintah tuhan sambil berbaris-baris penuh kepatuhan. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam kepada orang kafir agar mereka melihat dengan mata kepada sendiri apa yang dahulu mereka ingkari. Ketika semua itu terjadi, maka pada hari itu sadarlah manusia yang ingkar atas kealpaannya, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. Kesempatan untuk bertobat sudah tiada. Kini tiba saatnya untuk menghitung dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Betapa besar penyesalan orang kafir pada hari itu. Dia berkata dengan penuh kesadaran, 'alangkah baiknya sekiranya di dunia dahulu aku beriman dan mengerjakan amal saleh untuk kenyamanan hidupku di akhirat ini. ' penyesalan itu sudah tidak berguna. Maka, berbahagialah kini orang yang membekali diri di dunia dengan iman dan amal salehMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangItulah beraneka penjabaran dari banyak ulama tafsir berkaitan isi dan arti surat Al-Fajr ayat 22 arab-latin dan artinya, semoga menambah kebaikan bagi kita. Dukunglah perjuangan kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan Artikel Paling Sering Dikunjungi Kami memiliki banyak topik yang paling sering dikunjungi, seperti surat/ayat At-Thalaq, Tentang Al-Quran, Al-Hadid 20, Al-Isra 25, Al-Baqarah 43, Al-Jin. Ada pula Ali Imran 97, Al-Qamar 49, Al-Ma’idah 8, Al-Baqarah 45, Ad-Dukhan, Ali Imran 139. At-ThalaqTentang Al-QuranAl-Hadid 20Al-Isra 25Al-Baqarah 43Al-JinAli Imran 97Al-Qamar 49Al-Ma’idah 8Al-Baqarah 45Ad-DukhanAli Imran 139 Pencarian ... Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
Ilustrasi juz 26 dalam Alquran. Sumber adalah kitab suci umat muslim yang digunakan sebagai pedoman hidup dan beragama. Oleh karena itulah, setiap muslim dianjurkan untuk menggunakan Alquran sebagai landasan dalam berperilaku, beribadah, dan lain sebagainya. Dalam Alquran, terdapat 30 juz yang terdiri dari 114 surat. Lalu, Alquran juz 26 surat apa saja? Yuk, cari tahu jawabannya dalam artikel di bawah Surat dalam Alquran Juz 26 dan Isi KandungannyaIlustrasi juz 26 dalam Alquran. Sumber Alquran juz 26 surat apa saja? Berikut ini adalah nama surat dan isi kandungan dalam Alquran Juz 26 yang dikutip dari buku Mukjizat Matematik Al-Qur'an karya Sholikhin 20121236.1. Surat Al-AhqafSurat yang terdiri dari 35 ayat dan diturunkan di kota Mekkah. Surat Al-Ahqaf berisi tentang risalah Nabi Muhammad SAW yang tidak sebatas untuk umat manusia, namun juga golongan jin; perintah untuk patuh kepada orang tua; serta menjelaskan tentang orang yang mementingkan kehidupan dunia akan merugi di akhirat kelak sekaligus cerita tentang kisah Nabi Hud dan Surat MuhammadSurat yang terdiri dari 38 ayat dan diturunkan di kota Madinah. Isi kandungan surat Muhammad menjelaskan tentang orang yang mati syahid akan masuk surga dan menjelaskan tentang permainan dalam kehidupan Surat Al-FathSurat yang terdiri dari 29 ayat dan diturunkan di kota Madinah. Surat Al-Fath menegaskan bahwa agama Islam akan mengalahkan agama lainnya, menceritakan janji Allah kepada orang mukmin, serta menceritakan kabar gembira yang disampaikan kepada Rasulullah Surat Al-HujuratSurat yang terdiri dari 18 ayat dan diturunkan di kota Madinah. Isi kandungan surat Al-Hujurat adalah tentang orang beriman yang diharamkan untuk berghibah dan mencari keburukan orang Surat QafSurat yang terdiri dari 45 ayat dan diturunkan di kota Madinah. Surat ini menjelaskan bahwa manusia akan bangkit dari kubur, menerangkan jika Allah lebih dekat dengan manusia daripada urut leher, dan memperlihatkan kejadian di langit dan Surat Az-ZariyatSurat yang terdiri dari 60 ayat dan diturunkan di kota Makkah. Namun, tidak seluruh ayat dalam surat Az-Zariyat berada dalam juz 26. Jadi, juz 26 diakhiri dengan Surat Az-Zariyat ayat 30. Dalam surat ini, Allah mengeaskan tentang tujuan diciptakannya jin dan bermanfaat. Anne
وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ Arab-Latin Wa maṡalu kalimatin khabīṡating kasyajaratin khabīṡatinijtuṡṡat min fauqil-arḍi mā lahā ming qarārArtinya Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap tegak sedikitpun. Ibrahim 25 ✵ Ibrahim 27 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Mendalam Terkait Dengan Surat Ibrahim Ayat 26 Paragraf di atas merupakan Surat Ibrahim Ayat 26 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran mendalam dari ayat ini. Diketemukan berbagai penjabaran dari berbagai mufassirin terkait kandungan surat Ibrahim ayat 26, sebagiannya seperti terlampir📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDan perumpamaan kalimat yang buruk, yaitu kalimat kekafiran, layaknya pohon yang buruk untuk dimakan dan dirasakan, yaitu pohon hanzhal. Pohon ini roboh dari permukaan tanah, di karenakan akar-akarnya tertanam dekat dengan permukaan tanah, tidak memiliki akar yang kokoh, dan tidak ada cabang yang menjulang tinggi. Demikian pula orang kafir, ia tidak memiliki keteguhan pada dirinya dan tidak ada kebaikan padanya, dan tidak ada amal shalihnya yang diangkat kepada Allah.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram26. Sedangkan kalimat syirik yang buruk adalah seperti pohon yang buruk, pohon Ḥanẓal yang tercerabut dari akarnya, tidak kokoh di atas tanah, tidak menjulang ke angkasa, ia mati dan dihancurkan oleh angin. Kalimat kekufuran berakhir dengan kehancuran, tidak membawa naik amal baik pelakunya kepada Allah.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah26. Sedangkan perumpamaan kalimat kekafiran seperti pohon handzal yang rasanya sangat tidak enak, akarnya tercabut karena tidak kokoh dan tidak jauh masuk ke dalam tanah sehingga tidak dapat tegak. Demikianlah kalimat kekafiran yang tidak akan kekal dan pasti akan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah26. وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ Dan perumpamaan kalimat yang buruk Yakni kalimat kekafiran, dan segala perkataan yang mengandung keburukan. كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍseperti pohon yang buruk Terdapat pendapat mengatakan itu merupakan pohon sejenis labu yang berasa pahit. اجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ الْأَرْضِyang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi Yakni yang tercabut dari akarnya sehingga menjadi kering dan dan terbawa oleh hembusan angin. مَا لَهَا مِن قَرَارٍtidak dapat tetap tegak sedikitpun Yakni tidak dapat tegak di tanah, demikianlah kalimat kekafiran dan keburukan, kesudahannya adalah kemusnahan. dan orang kafir serta kalimat kekafiran tidak memiliki keteguhan dan tidak memdatangkan kebaikan sama sekali, dan tidak mengundang ucapan dan perbuatan baik.📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi ArabiaSeorang mutadabbir berkata saat aku menunaikan shalat subuh hari ini bersama jamaah sang imam membaca surah Ibrahim, kemudian setelah selesai aku termenung sejenak mentadabburi ayat yang dibacakan oleh sang imam { وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ } "Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap tegak sedikitpun" dan ayat yang menurutku paling membuat ku takjub adalah { ۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ } "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?" seakan-akan ayat-ayat ini baru saja diturunkan semalam, begitu agungnya al-qur'an.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah26. Dan kata-kata yang keji adalah kata-kata ingkar dan kata-kata yang mengajak kepada keburukan dan kemahdharatan, seperti pohon yang buruk, yaitu sejenis tanaman labu yang dipetik dan dicabut akarnya dari permukaan tanah karena akarnya hanya menempel sedikit di permukaan tanah, tidak menancap, dan tidak tersisa apapun setelah dipanen. Seperti itulah perumpamaan kata-kata ingkar dan keburukan yang berakhir pada ketiadaanMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahPerumpamaan kalimah yang buruk} kalimat kemusyrikan {seperti pohon yang buruk} seperti tanaman labu {akar-akarnya telah dicabut} dicabut {dari permukaan bumi, dan tidak dapat tegak} tegak di atas bumi📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H26. Kemudian Allah menyebutkan lawannya, yaitu kalimat al-Kufr perkataan kekufuran dan cabang-cabangnya. Allah berfirman, “Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk”, untuk dimakan dan dirasakan, ia merupakan pohon Handzhal dan pohon yang serupa lainnya “yang telah dicabut dengan akar-akarnya”, yakni pohon ini telah dicabut “dari permukaan bumi; tidak dapat tetap tegak sedikit pun, tidak ada keteguhan, tidak ada akar yang menahannya dan tidak ada buah bagus yang dihasilkannya. Bahkan kalaupun ada buahnya, tapi jenis buah yang jelek. Demikian pula kalimat kekufuran dan kemaksiatan. Tidak ada keteguhan yang bermanfaat dalam hati, tidak menghasilkan melainkan ucapan buruk, dan amalan keji. Orangnya pun justru terancam bahaya olehnya. Tidak mendapatkan manfaat darinya. Amalan shalih darinya tidak melaju naik kepada Allah. Tidak memberinya manfaat kepada dirinya, dan orang lain pun tidak merasakan manfaatnya.📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna kata كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ kalimatin khabitsah “yaitu perkataan kufur. كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ kasyajaratin khabitsah “bagai pohon yang buruk.” Yaitu hanzhalah. ٱجۡتُثَّتۡ ujtutstsat tercabut dari akar-akarnya. Makna ayat Firman-Nya وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ “Dan perumpamaan kalimat yang buruk,” perkataan kufur yang ada pada hati seorang kafir. كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ “seperti pohon yang buruk” yaitu buah hanzhalah, rasanya pahit, tidak bermanfaat, tidak memiliki akar yang kuat, dan tidak pula memiliki cabang yang menjulang ke langit. ٱجۡتُثَّتۡ yaitu dicabut dari akar-akarnya مِن فَوۡقِ ٱلۡأَرۡضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٖ “dari permukaan bumi, tidak mempunyai tempat menetap.” Yaitu tidak punya akar yang kuat, tidak berbuah kecuali menghasilkan buah yang pahit, tidak enak rasanya, dan tidak berkah. Pelajaran dari ayat • Perbandingan antara iman dan kufur, kalimat tauhid dan kufur, dan hasil dari keduanya berupa kebaikan dan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Ibrahim ayat 26 Yaitu kalimat kalimat kufur dan cabang-cabangnya. Misalnya pohon hanzhalah sejenis labu yang pahit rasanya. Demikian pula kalimat kufur dan maksiat itu, tidak kokoh, tidak bercabang ke atas dan tidak berkah. Pelakunya tidak mendapatkan manfaat darinya, bahkan mendapatkan bahaya, amalnya tidak naik kepada Allah, tidak memberi manfaat bagi pelakunya apalagi orang lain.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ibrahim Ayat 26Dan perumpamaan kalimat yang buruk kalimat kufur seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dengan sangat mudah dari permukaan bumi. Akar pohon itu tercerabut sehingga tidak lagi dapat menopangnya supaya dapat tetap tegak berdiri sedikit pun seperti sedia kala. Demikianlah, orang kafir tidak mempunyai keyakinan yang kuat dalam hati dan tidak ada amal darinya yang akan diterima oleh Allah. Allah meneguhkan hati orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh, yaitu kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah, dalam kehidupan mereka di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dari jalan kebenaran, dan Allah berbuat apa saja yang dia kehendaki, seperti memberi hidayah kepada orang mukmin dan membiarkan sesat orang yang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikian beberapa penjabaran dari banyak mufassir mengenai isi dan arti surat Ibrahim ayat 26 arab-latin dan artinya, moga-moga membawa manfaat untuk ummat. Sokonglah syi'ar kami dengan memberi backlink ke halaman ini atau ke halaman depan Halaman Tersering Dilihat Terdapat ratusan topik yang tersering dilihat, seperti surat/ayat Al-Kahfi 1-10, An-Naziat, Al-Qari’ah, Az-Zumar 53, An-Nashr, Al-Ma’idah 3. Ada pula Al-Lahab, Bismillah, An-Nisa 59, Al-Ashr, Yusuf, Quraisy. Al-Kahfi 1-10An-NaziatAl-Qari’ahAz-Zumar 53An-NashrAl-Ma’idah 3Al-LahabBismillahAn-Nisa 59Al-AshrYusufQuraisy Pencarian surat 1 ayat 15, artinya al fatihah, surat 12 ayat 13, al hujurat 6, tulisan bismillah Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
juz 26 tentang allah akan menggoncangkan langit dan bumi