kahlil gibran anakmu bukan milikmu
PuisiTentang Anak Kahlil Gibran berjudul “Anakmu Bukan Milikmu” ini banyak digunakan dalam pemadatan materi parenting education paud.Dari puisi dibawah ini kita bisa menyimpulkan arti retorika puisi bahwa hubungan antara orangtua dan anak hanya memberikan arahan dan bimbingan tetapi bukan memaksakan keinginan dan pemikirannya.
AA A Anakmu bukanlah milikmu,mereka adalah putra-putri sang Hidup,yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau,tetapi bukan dari engkau,mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu Demikian penggalan puisi dari penyair asal Lebanon Kahlil Gibran dalam buku Sang Nabi yang cukup terkenal. Cukup mudah memaknai puisi di atas.
PuisiTentang Anak "Anakmu Bukan Milikmu" by Kahlil Gibran (Eric Edwards) Makna Puisi Anakmu Bukan Milikmu. Sahabat Masih ingatkan kamu Saat bahu ku ini menjadi tempat bersandar Telinga ku seakan milikmu Selalu menjadi tempat berbagi cerita Kini Bahu ini bukan lagi tempatmu bersandar Telinga ini tidak lagi menjadi pendengar celotehan mu Sebab
KahlilGibran : Anakmu Bukan Milikmu. 117 Views. By : Luthfi Rantaprasaja . Anak adalah kehidupan, Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal Darimu. Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu, Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan Pikiranmu karena mereka Dikaruniai pikiranya sendiri.
Penggalanpuisi karya Kahlil Gibran diatas yang berjudul "Anakmu Bukanlah Milikmu" kiranya tepat untuk menggambarkan tema film pendek karya para pemuda Sumedang ini.
Online Bekanntschaft Will Sich Nicht Treffen. — Anakmu bukanlah milikmu. Mereka adalah putra putri sang Hidup. Yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau, Mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu. Berikanlah mereka kasih sayangmu. Namun jangan sodorkan pemikiranmu, Sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri. Patut kau berikan rumah bagi raganya. Namun tidak bagi jiwanya, Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu. Engkau boleh berusaha menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu, Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur ataupun tenggelam ke masa lampau. Engkaulah busur asal anakmu. Anak panah hidup, melesat pergi. Sang Pemanah membidik sasaran keabadian, Dia merentangkanmu dengan kuasaNya, Hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat. Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah, sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat, Sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap. *
Puisi Tentang Anak Kahlil Gibran berjudul “Anakmu Bukan Milikmu” ini banyak digunakan dalam pemadatan materi parenting education paud. Dari puisi dibawah ini kita bisa menyimpulkan arti retorika puisi bahwa hubungan antara orangtua dan anak hanya memberikan arahan dan bimbingan tetapi bukan memaksakan keinginan dan pemikirannya. Setelah membaca puisi yang ada dibawah, Gibran mengatakan bahwa anak-anak bukanlah milik orang tuanya. Anak-anak punya kehidupan sendiri. Memang betul anak-anak lahir “melalui” orang tuanya, tapi bukan orang tuanya yang memberi anak-anak itu kehidupan, Tuhanlah yang memberikannya. Anak-anak hanya dititipkan oleh Tuhan kepada orang tua mereka. Dan meski orang tua sudah merawat dan membesarkan anak-anaknya, namun mereka bukan hak orang tua untuk menguasainya. Gibran mengatakan bahwa orang tua boleh bahkan wajib memberikan kasih sayangnya kepada anak-anak. Namun itu bukan berarti orang tua boleh memaksakan kehendaknya kepada anak-anaknya “atas nama” kasih sayang. Orang tua juga tidak layak memaksakan pikirannya, karena anak-anak sebagai manusia yang utuh mempunyai pemikiran sendiri. Orang tua boleh memberikan anak-anaknya rumah untuk badan mereka, tapi bukan “sangkar” untuk jiwa mereka. Anak-anak punya masa depan yang diimpikannya sendiri, dan orang tua tidak berhak untuk mengatur masa depan anak-anaknya itu. Bahkan sekedar niat pun tidak boleh. Mengarahkan ke jalur yang baik memang boleh, tapi bukan mengatur masa depan anak-anaknya Apapun yang dilakukan oleh anak semuanya telah merupakan ketetapan yang maha Kuasa. Kita simak puisinya terlebih dahulu sebagai berikut Anakmu Bukanlah Milikmu – By Kahlil Gibran Anak adalah kehidupan, Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal Darimu. Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu, Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan Pikiranmu karena mereka Dikaruniai pikiranya sendiri Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, Karena jiwanya milik masa mendatang Yang tak bisa kau datangi Bahkan dalam mimpi sekalipun Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah Menuntut mereka jadi seperti sepertimu. Sebab kehidupan itu menuju kedepan, dan Tidak tengelam di masa lampau. Kaulah busur, Dan anak – anakmulah anak panah yang meluncur. Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian. Dia menantangmu dengan kekuasaan-Nya, hingga anak panah itu meleset, jauh serta cepat. Meliuklah dengan sukacita Dalam rentangan Sang Pemanah,sebab Dia Mengasihi anak- anak panah yang meleset laksana kilat, Sebaimana pula dikasihiNya busur yang mantap Kami lanjutkan mengartikan puisi diatas Orang tua, bagi Gibran, hanyalah sebuah busur. Dan anak-anaknya adalah anak panah. Busur hanya bisa dan baru memiliki makna jika ia melepas anak panahnya. Biarkan anak panah itu melesat mengejar target berupa mimpi dan cita-citanya. Tuhan, menurut Gibran, mencintai anak panah anak-anak yg berjalan lurus menuju targetnya, sebagaimana Tuhan juga mencintai busur orang tua yang selalu mendukung setiap kegiatan positif anaknya demi mencapai cita-cita yang diinginkan anaknya itu. Puisi ini sangat dramatis, kontroversial, keterlaluan, sekaligus bagai bom yang meledak di telinga orang tua. Kebanyakan orang tua selalu ingin menguasai anak-anaknya sebagai miliknya yg bisa mereka atur semaunya. Di satu sisi saya setuju dng puisi ini. Namun di sisi lain sy mengkritik Gibran sebagai orang yg lupa bahwa kebanyakan orang tua yang selalu ingin menguasai anak-anaknya bukan melulu krn kemauan mereka sendiri, namun krn dibentuk oleh tradisi dan budaya khususnya agama. Anak-anak mu bukan milik mu. Mereka hanya titipan mereka adalah milik Tuhan dan dirinya sendiri ayah bunda. ANAKMU BUKAN MILIKMU By Kahlil Gibran Anak adalah kehidupan, Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal Darimu. Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu, Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan Pikiranmu karena mereka Dikaruniai pikiranya sendiri Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, Karena jiwanya milik masa mendatang Yang tak bisa kau datangi Bahkan dalam mimpi sekalipun Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah Menuntut mereka jadi seperti sepertimu. Sebab kehidupan itu menuju kedepan, dan Tidak tengelam di masa lampau. Kaulah busur, Dan anak – anakmulah anak panah yang meluncur. Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian. Dia menantangmu dengan kekuasaan-Nya, hingga anak panah itu meleset, jauh serta cepat. Meliuklah dengan sukacita Dalam rentangan Sang Pemanah,sebab Dia Mengasihi anak- anak panah yang meleset laksana kilat, Sebaimana pula dikasihiNya busur yang mantap Portal pendidikan anak usia dini no. 1 di Indonesia, Kurikulum dan pembelajaran PAUD terbaru. Follow sosial media kami.
kahlil gibran anakmu bukan milikmu